Sabtu, 10 Januari 2015

cari tempat wisata di garut

Bila mau berwisata murah meriah tetapi kwalitas khusus serta ditanggung memuaskan hati, tidak butuh mencari obyek wisata yang jauh hingga ke luar negeri. Di tempat sendiri juga ada banyak obyek wisata yang tambah lebih cantik serta spektakuler baik panorama alamnya, budayanya juga nilai sejarahnya.

Di negeri kita, saya akui sangatlah kurang daya promosi serta pemasaran yang tepat seperti wisata yang lain diluar negeri. Walau sebenarnya bila dibanding potensi wisata kita lebih unggul serta berbobot cuma kurang eksekusi saja. Nah, saya juga sebagai Blogger harus nih explore potensi pariwisata diawali daerah kampung halaman saya sendiri.

Saya lahir di Kabupaten Garut Jawa Barat tetapi besar di Kota Bandung serta saat ini tinggal di Jakarta coret dengan kata lain Pamulang Tangerang. Serta sesekali saya bertandang ke rumah nenek dari ibu saya yang masih tetap tinggal di sana berbarengan saudara-saudara dari ibu. Saat ke sana, senantiasa menyempatkan untuk menggunakan saat liburan di obyek wisata yang sangatlah sejuk, elok serta menentramkan.

Sangat banyak tempat wisata yang keren serta pas untuk menentramkan diri atau refreshing sesudah satu minggu bekerja. Umpamanya, Kampung Sampireun, Situ Bagendit, Candi Cangkuang serta Kampung Pulo, Pemandian air panas ciater, Puncak Darajat serta ada banyak lagi.

Saya bakal membagi narasi tiga tempat Wisata Garut yang saya singgahi sekian waktu lalu.

I Wisata Candi Cangkuang serta Kampung Pulo


Candi Cangkuang, Dok Pribadi
Bila suka pada wisata histori, di Garut Jawa Barat yang tepatnya di Desa Cangkuang Kabupaten Leles ini ada Candi bernama Cangkuang, hanya satu candi yang ada di Jawa Barat. Candi ini peninggalan dari kerajaan Purnawarman serta Pajajaran di Era ke VIII.

Candi ini kecil serta didalamnya ada patung Siwa yang memiliki bentuk telah tak utuh lagi, menurut penjaga wisata ini, Candi Cangkuang yaitu hasil pemugaran yang diketemukan oleh salah satu pekerja di bukit ini di Th. 1966 serta usai dipugar pada Th. 1976.

Candi ini salah satu Cagar Budaya. Dok, Pribadi
Candi ini salah satu Cagar Budaya. Dok, Pribadi

Dok, Pribadi. Walaupun tidak besar cukup mewakili histori Kerajaan Purnawarman serta Pajajaran
Patung Siwa di dalam Candi Cangkuang. Dok, Pribadi
Patung Siwa di dalam Candi Cangkuang. Dok, Pribadi
Tidak jauh dari tempat candi yang rimbun dengan pohon-pohon tua yang lebat, ada satu desa bernama Kampung Pulo, disini cuma ada enam rumah serta enam kepala keluarga, di sini tidak bisa ada menambahkan rumah atau kepala keluarga lantaran telah ketentuan kebiasaan setempat.

Gerbang masuk Kampung Pulo. Dok, Pribadi
Gerbang masuk Kampung Pulo. Dok, Pribadi
Satu banjar rumah kebiasaan sejumlah tiga. Dok, Pribadi
Satu banjar rumah kebiasaan sejumlah tiga. Dok, Pribadi
Bentuk Rumah Kebiasaan Kampung Pulo
Bentuk Rumah Kebiasaan Kampung Pulo. Dok, pribadi
Untuk anggota keluarganya bila anaknya telah ada yang menikah, tidak bisa tinggal dirumah itu, mesti geser berbarengan pasangannya, bila ada salah satu anggota keluarga yang wafat baru bisa menggantikannya untuk tinggal dirumah itu.

Saya saksikan di sana tempat tinggalnya terbagi dalam dua banjar berhadap-hadapan serta semasing banjar ada tiga rumah dengan bentuk serta luas yang sama. Yang tinggal didalam rumah itu tidak pernah keluar, mereka bakal keluar bila ada kepentingan yang betul-betul utama.

Untuk terima tamu serta mengajak orang asing bicara juga ada ketentuan spesifik. Rumah-rumah itu sangatlah asri serta bersih, tetapi kita bisa memphotonya sepanjang dalam batas norma.

Rakit yang bakal menyebrangkan kita ke tempat Candi
Rakit yang bakal menyebrangkan kita ke tempat Candi. Dok, pribadi
Panorama Selama Danau Cangkuang. Dok, Pribadi
Panorama Selama Danau Cangkuang. Dok, Pribadi
Bunga Teratai yang terhampar. Dok, Pribadi
Bunga Teratai yang terhampar. Dok, Pribadi
Untuk meraih tempat wisata ini, dari jalan paling utama serta pintu masuk kita bakal menaiki rakit bambu yang di tarif seharga Rp. 10. 000, - per orang, bila berbarengan anak kecil dapat ditawar. Sepanjang menaiki rakit kita bakal nikmati panorama seputar danau yang ditumbuhi bunga-bunga teratai liar.

II SITU BAGENDIT

tempat wisata garut sampireun|tempat wisata garut sampireun|tempat wisata garut sampireun
 Situ Bagendit. Dok, Pribadi
Situ Bagendit. Dok, Pribadi
Sepeda Air serta Rakit yang siap antar jelajah Danau. Dok, Pribadi
Sepeda Air serta Rakit yang siap antar jelajah Danau. Dok, Pribadi




Bila ke sini, janganlah malu ajukan pertanyaan perihal asal muasal legenda Situ/Danau ini pada masyarakat setempat yang super ramah.

Konon ada seniman cantik bernama Nyai Endit yang sukai nyinden di seputar danau itu diiringi musik Kecapi Abah Baged. Serta Nyai Endit ini sukai memikat laki-laki manapun yang menanggapnya waktu nyinden tetapi lama-lama Nyai Endit bukanlah saja nyinden namun jadi memiliki pengetahuan pelet untuk memikat siapa saja laki-laki yang disenanginya termasuk juga yang telah beristri. Serta si laki-laki itu senantiasa jadi korban keserakahan Nyai Endit.

Disuatu hari, Nyai Endit tengah nyinden seperti umum diiringi musik kecapi Abah Baged, mendadak air bah dari danau menerjang Nyai Endit serta Abah Baged, hingga pada akhirnya mereka lenyap ditelan air bah. Jadilah danau itu bernama Situ Bagendit yang berarti datang dari nama Nyai Endit serta Abah Baged.

Masuk tempat wisata ini sangatlah murah, cuma dengan karcis Rp. 4000, - per orang, dapat nikmati danau yang terhampar luas serta dipinggirnya ada hutan-hutan kecil yang masih tetap rimbun, sayang sekali di danau ini terlampau banyak eceng gondok liar yang tumbuh.

Di sini kita dapat nikmati hawa fresh danau dengan menyusuri tiap-tiap sudutnya dengan menaiki rakit-rakit bambu yang ditarif sebersar Rp. 10. 000, - per orang sepuasnya, bila tidak pintar merakit, dapat ditemani si mamang yang jagalah rakitnya. Atau kita dapat mengendarai sepeda air yang dapat kita sewa sepuasnya dengan tarif Rp. 15. 000, - per sepeda, satu sepeda air dapat dinaiki dua atau tiga orang, kita mesti kuat gowesnya terlebih bila ingin menyusuri luasnya danau. Namun janganlah cemas, sepeda air ini tidak bakal terbenam bila kita ingin istirahat sesaat ditengah danau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar